Jakarta, Kominfo Newsroom -– Jumlah penumpang penerbangan domestik pada musim mudik lebaran 2008 mengalami penurunan 15 hingga 30 persen, tapi sebaliknya, jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri justru mengalami peningkatan hingga 25 persen.
Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengakui, penurunan jumlah penumpang angkutan udara untuk penerbangan domestik ini terjadi akibat tingginya tarif pesawat bahkan hampir sama dengan tarif penerbangan ke luar negeri, sementara tarif penerbangan ke luar negeri tidak mengalami kenaikan.
''Pad ahal, penumpang angkutan udara umumnya adalah mereka yang berlibur dan bukan pulang kampung. Jadi, dengan kondisi demikian, mereka lebih memilih berlibur ke luar negeri,'' kata Menhub di Jakarta, Senin (6/10).
Dengan kondisi yang demikian, maka para calon penumpang akan membandingkan harga. Jika harga tiket dengan rute penerbangan Jakarta – Surabaya dengan Jakarta – Singapura hanya selisih sedikit saja, maka mereka akan banyak yang memilih tujuan ke luar negeri.
Sementa ra alasan mengapa maskapai penerbangan memilih memberlakukan tarif batas atas, Menhub menjelaskan, karena ketika maskapai mengangkut para pemudik, jumlah penumpangnya memang tinggi. Tapi, saat mengarah balik, pesawatnya kosong, sehingga load factornya rendah. “Dengan begitu seolah-olah tarif diterapkan untuk untuk rute pulang dan pergi,” ungkap Menhub.
Hasil evaluasi sementara di dapati, banyaknya penumpang mudik yang lebih memilih menggunakan moda transportasi darat, kereta api dan laut. Mereka yang menggunakan moda udara kebanyakan adalah yang hendak pergi berlibur.
''Mes ki begitu, untuk tujuan tertentu seperti Medan dan Makassar memang masih banyak yang memilih menggunakan moda udara,'' kata Menhub.
sumber:http://www.endonesia.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=8&artid=2078
Tidak ada komentar:
Posting Komentar